Kamis, 27 April 2017

cara 5 Langkah agar Bisa Masuk ke Halaman Pertama di Google dengan Keyword Apapun

Sertifikasibnsp.com – Apakah Benar, SEO itu bukan ilmu pasti?

Maksudnya, mereka tidak bisa menjamin bahwa website atau konten yang mereka buat bisa masuk ke halaman 1 di Google.

Atau bahkan jadi peringkat 1.

Walaupun katanya kontennya sudah berkualitas.

Lalu di sisi lain ada konten yang jelek, tidak berkualitas, tapi bisa di peringkat 1 mengalahkan website-website yang lebih bagus.

Gara-gara ini, banyak yang menganggap SEO itu untung-untungan.

Tapi tidak benar.

Ada cara yang bisa kita lakukan untuk menjamin 100% keyword yang kita incar masuk ke halaman 1, bahkan jadi peringkat 1.

Saya akan buka semua rahasianya.
Ada cara supaya kita bisa PASTI masuk halaman 1, ini beberapa studi kasusnya…

Di blog dan forum tentang IM, saya sering lihat orang-orang menjual ebook atau jasa SEO yang katanya bisa “memaksa” Google supaya kita jadi peringkat 1.

Seakan-akan website kita bisa jadi peringkat 1 dalam sekejap.

Biasanya bohongan…

…kebanyakan isinya cuma teknik SEO dasar atau teknik black hat yang resikonya tinggi.

Tapi sebetulnya ada. Ada cara yang bisa kita lakukan untuk pasti masuk ke halaman 1 Google. Saya tidak bilang mudah, tapi bisa.

Ini peringkat beberapa konten di PanduanIM:

Peringkat 1 untuk keyword “peluang usaha” dengan volume pencarian lebih dari 60 ribu. Artikel ini juga mendapatkan peringkat 1-2 untuk keyword “peluang bisnis” (20 ribu).

Peringkat 1 untuk keyword “belajar SEO” dengan volume pencarian lebih dari 3000. Bersaing dengan orang-orang yang ahli mengenai SEO.

Peringkat 2 untuk keyword “bisnis online” dengan volume pencarian lebih dari 60 ribu.

Peringkat 2 untuk keyword “cara membuat blog” dengan volume pencarian lebih dari 100 ribu.

Di komputer anda mungkin posisinya berbeda 1-3 peringkat, karena tiap komputer berbeda-beda.



Masih ada lagi sebetulnya, tapi di atas ini merupakan beberapa yang persaingan dan volume pencariannya cukup tinggi.

Ada 3 hal yang perlu saya beritahu:

    Saya tidak mengeluarkan biaya sepeser pun untuk menggunakan jasa SEO, backlink, kontes SEO, dsb. Semuanya dilakukan sendiri
    Saya tidak menggunakan teknik black hat seperti membuat PBN, blog zombie, dan/atau software pembuat backlink
    Sampai masuk ke halaman 1, konten-konten di atas membutuhkan waktu antara 2-5 bulan

Intinya, cara ini 100% aman dari penalti…

…dan bisa dilakukan oleh semua orang.

Saya tidak bilang bahwa cara ini sangat mudah, tapi saya yakin ini bisa dilakukan oleh semua orang kalau mereka mau sedikit berusaha.

Mari kita mulai.
1. Cari tahu jenis konten yang dibutuhkan untuk keyword yang anda pilih

Konten itu bukan cuma artikel, ya kan?

Tapi karena artikel itu jenis konten yang paling mudah, biasanya orang-orang selalu membuat konten dalam bentuk artikel untuk keyword apapun.

Ini yang bahaya.

Google tahu konten apa yang dibutuhkan untuk sebuah keyword.

Kalau misalnya dalam suatu keyword ternyata yang dibutuhkan itu konten berupa halaman produk, video, atau tool, maka konten artikel tidak akan bisa mendapatkan rangking 1.

Meskipun kualitas artikelnya tinggi.

Ini sudah dibahas lebih lanjut dalam panduan memahami search intent. Kalau anda belum baca, saya sarankan baca sekarang juga.

Sederhananya seperti ini:

Contoh, keywordnya “beli laptop asus”

Orang yang menggunakan keyword tersebut pasti ingin membeli laptop dengan merek Asus, bukan ingin mencari artikel yang berisi panduan membeli laptop.

Maka ini termasuk keyword jenis transactional.

Sehingga, hasil pencarian dengan keyword tersebut pasti berupa halaman produk dari toko online.

Lihat saja:

Tidak ada satupun yang berupa artikel. Hampir semuanya halaman produk atau halaman kategori dari toko online.

Contoh lainnya, keyword “promo tiket pesawat”

Ini hasil pencariannya:

Sama, tidak ada satupun yang berupa artikel.

Jadi kalau anda membuat artikel yang berisi promo tiket pesawat, tidak akan pernah masuk halaman 1.

Maka dari itu, jangan sampai salah buat konten.


Kalau website anda berupa ecommerce/toko online…

Tambahan 1 hal, kalau anda pemilik toko online.

Biasanya toko online mengincar keyword-keyword dengan intent transactional (beli laptop, beli baju batik, dll.) seperti contoh pertama tadi.

Pemilik toko online biasanya ingin supaya halaman produknya yang masuk ke peringkat 1.

Tapi ada 1 masalah:

Keyword transactional biasanya sudah dipenuhi oleh ecommerce dan marketplace raksasa seperti Lazada, BukaLapak, Tokopedia, Bhinneka dll.

Saingannya berat, apalagi untuk produk yang umum.

Nah, kalau toko online anda hanya mengincar keyword-keyword transactional maka akan sangat sulit untuk bisa masuk ke halaman 1.

Apalagi kalau anda tidak ingin mengeluarkan biaya promosi seperti para raksasa ini.

Maka dari itu, ini saran saya:

Buatlah konten yang bersifat informasi dan isinya sesuai dengan produk/jasa yang anda jual.

Bisa dalam bentuk artikel, video, atau konten lainnya.

Pokoknya supaya website anda bernilai.

Ini karena konten informasi itu bisa dishare melalui social media, forum, atau blog milik orang lain, sedangkan halaman produk sangat jarang.

Karena website kita bernilai dan sering dishare, maka Google akan menganggap website kita reputasinya bagus.

Setelah itu, peringkat halaman produk juga akan ikut naik.

Ada manfaat lainnya: konten juga bisa membantu meningkatkan penjualan.
2. Pahami faktor yang mempengaruhi peringkat di Google

Yang sudah kenal dengan SEO pasti langsung jawab: “Backlink”.

Memang betul, backlink memang faktor utamanya…

…tapi tidak sesederhana itu.

Backlink memang bisa mempengaruhi peringkat website, tapi TIDAK SEMUA backlink bisa mempengaruhi peringkat. Bahkan kalau salah justru pengaruhnya negatif.

Backlink itu tidak sama semua.

Jenisnya berbeda-beda, kualitasnya juga berbeda-beda.

Sebelum itu, mari kita bahas dulu faktor-faktor apa saja yang tidak berpengaruh dan bisa berdampak negatif. Supaya anda tidak salah langkah.

Ini yang tidak berpengaruh dan bahkan bisa berdampak negatif:

    Menggunakan bold/italic/underline di keyword
    Menulis keyword beberapa kali di konten
    Banyak heading (H1, H2, H3,…) yang mengandung keyword
    Share konten otomatis ke social media
    Memasang backlink di komentar blog, social bookmarking, guest book, dan sejenisnya
    Membuat backlink dari web 2.0, Private Blog Network (PBN), dan blog zombie

Saya sering mendapat pertanyaan dari pembaca, keywordnya harus muncul berapa kali di 1 halaman… headingnya harus berisi berapa keyword… harus ada berapa internal link…

…jangan terlalu pusing dengan itu, tidak terlalu berpengaruh.

Mengenai backlink, jenis yang nomor 5 sekarang sudah tidak berpengaruh sedangkan nomor 6 bisa berpotensi menyebabkan penalti.

Lebih lanjut mengenai backlink bisa dibaca di artikel ini.

Itu yang kurang bagus…sekarang mari kita bahas yang bagus.
Keyword di URL & judul halaman

Ada on-page SEO, ada off-page SEO. Untuk on-page SEO (selain keyword research dan pembuatan konten), sebetulnya tidak banyak yang perlu kita lakukan.

Fokus di 2 hal ini saja.

Jadi kalau keyword yang anda pilih misalnya “belajar presentasi”, maka sertakan keyword tersebut di dalam judul halaman dan di URL-nya.

Jangan terlalu banyak buang-buang waktu di on-page SEO, apalagi kalau website anda bentuknya sederhana (blog misalnya).
Backlink kontekstual dan editorial dari website dengan reputasi tinggi

Waduh istilahnya bikin pusing.

Saya tadi bilang ada banyak jenis backlink, beberapa yang tidak bagus sudah disebutkan di atas.

Inilah jenis backlink yang mampu meningkatkan rangking website anda secara drastis. Bahkan kalau anda hanya punya 1.

Pengertiannya dulu:

    Backlink kontekstual adalah backlink yang muncul di suatu bagian halaman website yang membahas topik tertentu. Misalnya di dalam artikel tentang sepakbola ada link ke website lain, berarti link tersebut termasuk backlink kontekstual dalam topik sepakbola.

    Backlink editorial artinya backlink yang diberikan atas kemauan si pemilik website sendiri. Bukan karena imbalan (uang, barter, dll.), melainkan karena mereka benar-benar ingin merekomendasikan website/konten anda.

Pahami baik-baik…

Sederhananya, ada 1 perbedaan yang mendasar antara backlink yang bagus dan yang tidak bagus:

Backlink yang bagus diberikan oleh orang lain atas kemauan mereka sendiri. Sedangkan backlink yang kurang bagus itu yang kita buat sendiri.


Oh ya, anda mungkin pernah dengar kata orang yang bilang bahwa kita harus mendapatkan puluhan atau ratusan backlink supaya bisa masuk halaman 1 Google.

Tidak benar.

Kalau backlinknya berkualitas, kita bisa jadi peringkat 1 hanya dengan 1-2 backlink.

Artikel-artikel di PanduanIM dalam screenshot yang saya tampilkan di atas tadi rata-rata hanya mendapatkan 5, bahkan ada yang kurang.

Kalau anda sudah mendapatkan ratusan backlink tapi belum masuk halaman 1, berarti backlinknya salah.
Faktor kepuasan pengunjung

Ini faktor yang penting, tapi sering diabaikan.

Mari kita berlogika…

Google itu sebuah bisnis, mereka punya saingan (Bing, DuckDuckGo, dll).

Gimana coba caranya supaya mereka bisa unggul dari saingannya? Gampang, caranya dengan memberikan hasil pencarian yang memuaskan bagi para penggunanya.

Betul nggak?

Kalau kita sebagai pengguna tidak puas dengan Google, lama-lama bakal pindah ke search engine lain.

Makanya Google pasti akan selalu berusaha supaya hasil pencarian yang dimunculkan memuaskan buat kita, supaya kita tidak beralih ke produk lain.

Oke, tapi gimana caranya supaya puas?

Tampilkan website yang tampilannya tidak membuat frustrasi, yang loadingnya tidak lambat, dan kalau dibuka dari mobile berikan yang mobile-friendly.

Dan 1 lagi yang paling penting:

Website yang kontennya paling berkualitas.

Kalau anda sekarang sudah punya website, bayangkan dari sudut pandang para pengunjung. Kira-kira mereka akan puas atau tidak dengan website anda?

Kalau puas, berarti bagus.

Kalau belum, tingkatkan lagi.
3. Buat konten yang bisa mengundang backlink (dengan 8 resep ini)
Tahap ini mungkin kesannya rumit, bikin ribet, atau terlalu berlebihan, apalagi kalau anda masih pemula. Tapi pahami baik-baik, karena ini kuncinya.

Dari penjelasan di atas, kita sudah sepakat bahwa backlink kontekstual & editorial itu yang paling besar efeknya.

Tapi coba kita berpikir ulang…

…kenapa sih orang-orang masih suka cari backlink dengan cara submit ke social bookmarking, guest book, komentar blog, dan teknik black hat padahal tidak bagus?

Ada 2 alasan:

Pertama, karena mudah.

Tinggal submit langsung dapat backlink.

Padahal tidak juga. Susah, karena pengaruhnya sangat kecil. Jadi anda mesti submit ke ratusan atau ribuan website baru efeknya mulai kelihatan

(itu pun kalau belum kena penalti).

Kedua, karena tidak ada yang mau memberikan backlink.

Kalau anda seorang pemilik website (terutama blogger), pasti paham maksud saya. Tiap kali bikin artikel, tidak ada sama sekali yang mau memberikan backlink.

Saya juga dulu begitu…

Jadi daripada backlinknya nol, mending submit ke social bookmarking, komentar blog, dll…

Inilah yang akan kita bahas sekarang.

Untuk itu, ada 1 hal yang harus anda pahami dulu:

Kalau kontennya tidak istimewa, tidak akan bisa mendapatkan backlink dari orang lain

Wajar kan, coba bayangkan:

Di suatu tempat ada seorang blogger yang tidak anda kenal. Si blogger ini membuat artikel yang biasa-biasa saja, tidak ada istimewanya…

…apakah anda sebagai pemilik website akan rela memberikan backlink?

Mustahil.

Ngapain juga ngasih backlink, ya kan…kontennya biasa aja…

Maka dari itulah kita butuh 8 resep ini.

8 resep ini kalau kita gunakan, konten kita akan jadi luar biasa. Lebih bagus, menarik, berkualitas, daripada konten lain. Lebih istimewa.

Sehingga konten kita punya peluang besar untuk mendapatkan backlink.

Inilah dia:
Resep 1 – Topik yang bisa dijadikan referensi

Beberapa hari yang lalu saya chatting dengan beberapa teman saya di salah satu grup, ngobrol tentang web programming.

Lalu muncul istilah “front-end” dan “back-end”.

Kemudian ada yang tanya artinya apaan.

Ini kalau dijelaskan lengkap bakal panjang.

Karena kita lagi chatting, males kan ngetik panjang-panjang.

Kemudian supaya gampang, salah satu orang di grup chatting ini menaruh link ke artikel yang berisi pengertian dan penjelasan 2 istilah tersebut.

Itu maksud dari “topik yang bisa dijadikan referensi”.

Artikel tersebut direkomendasikan karena bisa membantu untuk menjelaskan tentang suatu hal.

Cerita di atas memang bukan backlink, tapi kasusnya berlaku:

Misalkan ada blogger yang menulis artikel, dia perlu menjelaskan sesuatu yang tidak terlalu berhubungan dengan topik utamanya. Daripada menulis panjang lebar, dia bisa merekomendasikan konten anda sebagai referensi.

Ketika direkomendasikan oleh orang lain, kita mendapat backlink.

Jadi, pilihlah topik yang bisa dijadikan referensi.
Resep 2 – Mengandung data/statistik yang terpercaya

Alex Turnbull dalam artikelnya di Buffer menyebutkan bahwa (judul) artikel yang mengandung data mendapatkan lebih banyak pembaca daripada yang tidak.

Bedanya sampai 42%:

Bagi orang-orang yang membuat konten, data bisa membuat konten mereka jadi lebih terpercaya dan lebih menarik. Sehingga lebih banyak pembaca.

Nah, kalau kita menyediakan data, maka data tersebut bisa dikutip oleh orang lain.

Ketika data tersebut dikutip, mereka akan memberikan backlink.

(seperti yang saya lakukan barusan untuk menunjukkan data di atas)

Sumber artikel disini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar